yang dilanyak jiwanya itu aku
apa kau mungkin kebalnya tulang
untuk berdiri bertahan megah
kalau tulangnya retak
hatinya hancur berderai
yang merasa itu aku
yang berpijak masih setia
itu aku
kalau kau tak tahu merasa
jangan bercakap tak seindah
sebab aku yang merasa getirnya
jangan memecah hidupnya bahagia
kalau kau kosong untuk bicara
Mudah untuk kau hamburkan
kata kotor kau baling untuk aku
apa kau tahu betapa luluhnya aku ?
pernah kau tahu menggeletar marahnya
hati aku
Bodoh untuk kau ketahui
sebab kau masih setan
No comments:
Post a Comment